Monday, January 12, 2015

wanita senja

-Wanita senja-



Kala mentari enggan tenggelam..
Deru ombak menerpa bibir pantai..
Semilir angin merasuk jiwa..
Menusuk hingga menembus kulit yang tipis..

Kakimu melangkah perlahan menyusuri trotoar kota..
Berharap pendiri gedung nan tinggi menghampiri..
Menebus norma yang diganti dengan keangkuhan..
Tak ada sedikitpun dibenaknya terlintas hati nurani..

Hai wanita senja..
Hidupmu bertaruh karena keadaan..
Menahan segala rasa demi kebahagiaan keluarga..
Demi hidup keesokan harinya..

Saat terbit sang fajar..
Wajah sendu terlintas di gurat wajahmu..
kenyataan dan penyesalan membuatmu bersalah..
Namun apa daya saat tak ada yang  mampu menghargainya lebih dari itu..

Saat wanita seusiamu sibuk dengan urusan kertas di meja yang berserakan..
Sibuk dengan menu masakan..
Sibuk mengurusi anak..
Kau....sibuk hidup dalam kepalsuan...

No comments:

Post a Comment