Tuesday, August 23, 2016

PENANTIANKU


Senja yang begitu menawan. Semilir angin menggoyangkan padi ke kanan dan kiri. Serentak mengikuti arah angin. Kicauan burung burung yang berusaha melawan arah angin. Berterbangan berkejar kejaran dan sesekali mendarat di antara pepadian. Ikut bergoyang ke kanan ke kiri. Lamunanku menerawang mengalun dalam suasana. Aku yang merindukan senja, langit orange penuh kedamaian di ujung hari. Terkadang pelangi melengkapi indahnya langit, bahkan rintik hujan tak sering menyertai. Semua tentang waktu. Mungkin senja menyapaku tapi surya menyinarimu. Namun yang perlu kamu tau ,kita berada dalam satu langit yang sama. 

Aku yang tak mengenal siapa kamu. Namun sangat mendambamu. Aku yakin setiap  detik yang bergulir ,selangkah kakimu menujuku. Aku gadis yang mendamba cinta yang tak bertuan. Siapa Raja siapa hamba. Ku ingin kita satu dalam bahtera. Tangis dan tawa menjadi warna. Rindu sebagai pemudar amarah. Ku ingin kau genggam jemariku hingga kulit ini mengeriput bersama. mengering  bagai daun yang jatuh di musim gugur. Bagai sungai yang kering di musim kemarau. Tapi cinta kita selalu segar seperti musim semi.
Bagai sakura yang penuh dengan bunga  .Ku harap kau masa depanku. Kita akan melintasi masa penuh bebatuan menghadang. Yakinlah selama tangan ini saling mengait semua akan mengalir lagi. Ku lantunkan doa, ku ceritakan kamu kepada Tuhan. Iya, tentang keseharianmu menjagaku. Namun kini aku hanya mampu mengirimkan salam itu melaluiNya. 
Aku percaya Dia tak akan salah memilihkanku dan mempertemukan kita.
Kini kita sedang berbenah. Merias hati memoles akhlak hingga kita bagai mutiara yang begitu indah dilihat. Kini kita menyusuri jalan mencari titik koordinat. Titik dimana hatiku dan hatimu menyatu .Aku yang berusaha menjadi lentera di hidupmu. Yang penuh keresahan setiap kosongku.  Aku ingin berjalan bersamamu dalam deras hujan dan malam gelap. Karena aku yakin denganmu aku tak takut lagi. Kau hujan dalam teriku. Embun dalam pagiku. Semi dalam gugurku. Semua indah seperti burung yang bernyanyi di atas awan. Kau tetaplah kau yang selalu aku rindu. Seperti ku merindu datangnya senja saat sore tiba.
 

Monday, February 22, 2016

Pengetuk Pintu

 puisi romantis
 
Hay kamu yang tetiba datang begitu saja,
Pernahkan kamu berfikir siapa yang kau datangi saat ini,
Apa kamu sudah buta menemuiku yang buta,
Apa kamu jin atau peri?
Aku berfikir ini hanya mimpi,
Sang pangeran kuda telah menjemput putri kodok yang terbaring lemah,
Membawanya ke taman bunga yang begitu indah,
Hingga ia tertidur dalam panjangnya mimpi,
Hey kamu,,
Sudahkah kamu sholat istiqarah untuk memutuskan ini?
Tidakkah kamu bertanya pada rembulan atau sang mendung,
Sudahkan kamu menyiapkan penyumpal telinga hingga kamu berpura-pura tuli,

Semoga kedatanganmu dari Tuhan yang sengaja untuk mengujiku lebih lanjut,,

Rahasia Cinta





Aku mengerti cinta begitu manis
Ia berkata.."Aku tak berteman dengan kecewa"
Meski terkadang sedih menemui
Namun ceria selalu menghampirinya
Dulu aku tak begitu mengenal cinta
Karena banyak orang mengira..
Saat kau mengenal cinta harus siap mengenal kecewa
Tapi semua itu salah saat ku mengenal dirinya
Cinta begitu akrab dengan setia
Mereka selalu bersama
Bergandengan berlari penuh suka cita
Bahkan tak sedikitpun mengenal kecewa
Meski rintik hujan terkadang hadir diantaranya
Tapi itu karena ada rindu yang bersahabat dengan mereka
Cinta, setia, dan rindu kini bersatu dalam sebuah ikatan
Yang tak terpisah karena godaan kecewa dan kesedihan
Itulah rahasia cinta saat ku mengenal dirinya..