Thursday, January 14, 2016

Senada Seirama



Itu kamu..
Tutur katamu mengalun indah di benaku
Berotasi mengelilingi sela sempit di ingatanku
Gravitasimu tak mampu menahan langkahku untuk menjauh darimu

Itu kamu...
Yang bersedia menanti di pematang sawah
Termenung menatap luasnya harapku
Kicauan burung pun tak membuatmu terjaga

Itu kamu..
Yang mengajakku berani menghadapi api
Tak hirau jika aku lalai api tak segan-segan menjilatku
Tapi bersamamu api itu telah padam oleh air
Melangkah disisimu membuatku tenang
Biarkan kupu-kupu cemburu
Karena tak ada bunga yang lebih indah
Selain bunga yang tumbuh di hatiku

14/01/2016

Tiada Hentinya



Hujan malam ini mengajaku berfikir..
Diam sejenak menatap fokus pada satu titik..
Lalu ku berjalan dalam angan..
Berlarian tiada henti menerawang..

Sesekali ku terdiam...
Melihat kegundahanku yang hanya bermodal nafsu...
Menginginkan semua hal yang aku anggap nikmat...
Berfikir semua harus ada di genggamanku...

Lalu ku berlari lagi semakin jauh
Mengitari liku-liku otak
Tiba-tiba aku melihat sendu
Keresahan ketidakmampuanku mencapai sesuatu

Ku lalui semua itu dan terus ku berlari..
Beribu-ribu jarak yang telah ku tempuh..
Nafasku yang kian terengah-engah..
Ku berhenti diujung jalan..
Ku merenung..
Jika nafsu menjadi prioritas
Kedamaian tiada kau raih..

13/01/2016