Monday, January 26, 2015

Surat Cinta untuk Takdirku




Suatu hari nanti saat ku terbangun melihat wajahmu, hanya satu doaku ijinkan rambutku memutih bersamamu..
Suatu hari aku pasti menyiapkan makanan, menyiapkan baju dan ku rapikan bajumu sebelum bergegas mencari nafkah..
Tenanglah sayang..siapapun kamu, apapun kerjaanmu, darimanakah kamu, tak kubedakan caraku mencintaimu..
Genggamlah selalu jemariku hingga kita mengeriput bersama..
Seberapa lama waktu ini menunggu akan ku persiapkan yang terbaik untuk pujaan hatiku..
Sabarlah sayang..kini kita menuju jalan persimpangan yang akan membawa kita pada satu jalan yang sama..
Saat Tuhan merahasiakanmu untukku..jagalah selalu hatimu.
Meskipun banyak hati yang kau lalui..aku menunggu hingga kau menemukan hatiku.
Dan aku tak pernah permasalahkan itu...karena aku tahu seberapa besar perjuanganmu hingga menemukanku..
Surat ini aku buat untukmu yang kelak menemaniku di depan penghulu..
Saat dua keluarga menjadi satu.
Aku mohon dari sekarang, jangan biarkan hujan deras membanjiri hatiku..jangan biarkan pilu menghiasi wajahku..karena bersamamu aku merasa tenang dan aman.
Aku yakin Tuhan akan mempertemukan kita dengan cara terbaik. 


Setelah kau baca surat ini..
Peluklah aku.
26 januari 2015

Sunday, January 25, 2015

Senandung Ibukota




Kau yang sering dicari sebagai lahan rejeki, jika tanahnya tak lagi subur..
Berbondong-bondong menyerbu pusat perekonomian negri..
Membawa segenggam impian dan harapan demi hidup lebih maju..
Gedung-gedung yang menjulang tinggi kian membesarkan hati..
Gudang rupiah yang tersebar di seluruh pojok kotamu..

Kepulan asap yang menyatu terbang membumbung tinggi di langit ibukota..
Ribuan lampu gemerlap di malam kelam..
Kau kota sibuk yang tak mengenal waktu dan lelah..
Peluh yang membasahi raga hingga mentari terbenam..

Kau semakin mempesona..
Biar ribuan ton plastik di sudut sungai..
Ribuan bocah bersenandung dari satu mobil ke mobil lainya..
Sebuah pemandangan yang hanya kutemui di kota ini..

Banyak orang mengecam, Kau kota kejam..
Membiaskan impian dengan kepalsuan, Kau bak Ibu Tiri..
Mengasihi mereka yang pandai mencari muka..
Biar banyak mulut berbicara apapun tentang kau ibukota..
Kau tetap selalu di hati..

Disinilah ku belajar tentang kehidupan..
Mengerti akan perjuangan..
Memahami makna kesabaran.
Meskipun banyak negri entah berantah yang tlah ku singgahi..
Dan itu lebih indah darimu..
Tapi aku selalu ingin kembali di sini.
Oh jakartaku..

Friday, January 16, 2015

Denting

-Denting-



Waktu..
Kenapa kau tak menungguku
Kau hiraukan perasaanku..
Kau campakan asaku..

Saat waktu mampu bicara..
Kau bukan keluargaku..
Kau bukan kawanku..
Kau itu musuhku..
Lalu buat apa aku menunggumu bergegas..

kita bisa menjadi sahabat..
Ikatan kita bisa erat..
Kita tak lagi menjadi musuh..
Dan aku berkenan melangkah bersamamu..

Jika kau menghargaiku..
Jika kau memanfaatkanku..
Dengan langkah pastimu..
Dengan sepenuh ketekunanmu..

Aku akan menjadi berharga bagimu..
Saat lalu..kini..dan nanti..

16/01/2015

Monday, January 12, 2015

wanita senja

-Wanita senja-



Kala mentari enggan tenggelam..
Deru ombak menerpa bibir pantai..
Semilir angin merasuk jiwa..
Menusuk hingga menembus kulit yang tipis..

Kakimu melangkah perlahan menyusuri trotoar kota..
Berharap pendiri gedung nan tinggi menghampiri..
Menebus norma yang diganti dengan keangkuhan..
Tak ada sedikitpun dibenaknya terlintas hati nurani..

Hai wanita senja..
Hidupmu bertaruh karena keadaan..
Menahan segala rasa demi kebahagiaan keluarga..
Demi hidup keesokan harinya..

Saat terbit sang fajar..
Wajah sendu terlintas di gurat wajahmu..
kenyataan dan penyesalan membuatmu bersalah..
Namun apa daya saat tak ada yang  mampu menghargainya lebih dari itu..

Saat wanita seusiamu sibuk dengan urusan kertas di meja yang berserakan..
Sibuk dengan menu masakan..
Sibuk mengurusi anak..
Kau....sibuk hidup dalam kepalsuan...

Canda

-Canda-


Bibir tipismu mengecap dengan ringan..
Berkisah tentang semua..
Tentang rasa, cinta dan harapan..
Tentang dunia yang beranekaragam..

Aku, kamu dan kita..
Berbagi cerita berbagi rasa..
Menangis dan tertawa..
Tiada hari tanpa suara..

jiwa muda yang begitu semarak..
Duduk bersama bersaut lidah..
Canda yang kian merebak..
Membiaskan wajah cantik berselimut bahagia..