Sunday, June 7, 2015

Terang


Terang...
Terangku,,
Kini aku mampu tersenyum lebar,
Melihat warna warni dunia yang dikelilingi langit biru,
Ku bisa melihat berbagai bentuk dan rupa,

Lingkaran, segitiga, jajar genjang hingga trapesium,
Bentuk sederhnana yang lama tak ku dapati,
Hingga rasa cinta yang lama menyatu,
Kini tak sempat lagi kutemui,

Terangku,,
Kini masih terasa gelap,
Terperangkap dalam malam sendu,

Bergeliat dalam rindunya temaram,

Hilang




Kau bagi kayu yang terbakar,
Kau tampak gagah dan kuat,
Namun disaat kibaran Api menjilat,
Kau hanya abu yang melebur dan melayang terbawa angin terbang,

Jika kau menghilang,
Tunjukan jejak tilas kakimu saat melangkah,
Jika tidak berikan tanda pita disetiap tikungan jalan,
Biar aku bisa menemukanmu kelak,

Jika kau mundur,
Ijinlah bahwa kau sudah merasa tak sanggup,
Ijinlah dengan menampakkan muka manismu,
Jangan seperti jin yang masuk dalam botolnya setelah masa berlakunya abis untuku,

Trimakasih kau sudah datang dan hilang begitu saja,
Setelah hatiku berbunga dan kini layu dan menghitam seperti kena hama,


Penasaran

Penasaran....

Mungkinkah itu kamu,
Sang pengetuk pintu hati,
Pembuat taman surgawi dalam kalbu,,
Pelatih pacu kuda yang mendetakkan jantungku hingga berdetak tak seirama seperti ini,

Mungkinkah itu kamu,,
Pemilik istana pendamba asa,
Pengukir cerita dalam indahnya gelapku,
Penyusun puzzle hatiku yang terpotong-potong seperti sedia kala,

Mungkinkah itu kamu,
Yang memberiku warna dalam hidup,
Yang meninabobokanku dalam alunan melodi kedewasaanmu,
Yang menemaniku hingga rambutku memutih bersamamu,,

Mungkinkah itu kamu,,
Entah siapapu kamu,

Aku berharap itu pasti kamu,,

Malam Kelabu

Malam kelabu



kenapa?
Air mata ini bercucuran deras,
Tak kuasa terbendung oleh kantung mata,
Hati teriris perih seperti terluka oleh pedang,
Tersayat-sayat seakan sudah mati rasa,

Kenapa?
Berlian yang lama ku usap hingga kilat,
Kini kusam karena tanganku tak konsisten untuk merawat,
Bahkan berlian itu kini menghilang karena jemariku juga,

Aku sadar hingga kesalahanku ini menerpaku jua,,
Sepi...

Rintik hujan malam itu meningatkan tentang suatu hal,,
Hal dimana aku mengerti indahnya ditimang,,
Merindu sentuhan sang penjejak..
Melindungiku dari terik dan hujan..
Mengajarkanku tentang kesederhanaan,,

Kini rasa itu berubah dengan kata rindu,,
Hening karena tak terasa lagi derasnya peluh,,
Mendamba kehangatan yang mulai redup..
Inilah kenyataan hidup..
Kini aku berteman dengan sepi sendu..