Suatu hari nanti saat ku terbangun melihat wajahmu, hanya satu doaku ijinkan rambutku memutih bersamamu..
Suatu hari aku pasti menyiapkan makanan, menyiapkan baju dan ku rapikan bajumu sebelum bergegas mencari nafkah..
Tenanglah sayang..siapapun kamu, apapun kerjaanmu, darimanakah kamu, tak kubedakan caraku mencintaimu..
Genggamlah selalu jemariku hingga kita mengeriput bersama..
Seberapa lama waktu ini menunggu akan ku persiapkan yang terbaik untuk pujaan hatiku..
Sabarlah sayang..kini kita menuju jalan persimpangan yang akan membawa kita pada satu jalan yang sama..
Saat Tuhan merahasiakanmu untukku..jagalah selalu hatimu.
Meskipun banyak hati yang kau lalui..aku menunggu hingga kau menemukan hatiku.
Dan aku tak pernah permasalahkan itu...karena aku tahu seberapa besar perjuanganmu hingga menemukanku..
Surat ini aku buat untukmu yang kelak menemaniku di depan penghulu..
Saat dua keluarga menjadi satu.
Aku mohon dari sekarang, jangan biarkan hujan deras membanjiri hatiku..jangan biarkan pilu menghiasi wajahku..karena bersamamu aku merasa tenang dan aman.
Aku yakin Tuhan akan mempertemukan kita dengan cara terbaik.
Setelah kau baca surat ini..
Peluklah aku.
26 januari 2015

No comments:
Post a Comment