Saturday, December 27, 2014
Mengukir Mimpi
-Mengukir Mimpi-
Malam ini tidur terasa tak nyenyak..
Lamunan menerawang jauh..
Menembus sebuah kemustahilan..
Berlari jauh bersama harapanku..
Aku mencoba lari dari lamunan..
Namun,, semakin ku berlari..
Semakin mimpi itu kian mendekat..
Memaksaku untuk selalu bernyali..
Dan saat aku yakin lamunan itu..
Jejak demi jejak ku lalui..
Berharap setiap jejak semakin menuju..
Menuju apa yang selama ini ku nanti..
Hingga mimpi itu menjadi nyata..
Hingga lamunan itu tak sekedar lamunan palsu..
Hingga langkahku menjadi harapan..
Harapan bagi setiap orang yang lama tertidur..
Friday, December 26, 2014
Jendela Hati
-Jendela Hati-
Kalimat yang mengantarkan kita pada isi hati...
Saat hati mampu berbicara..
Saat hati bisa menangis...
Saat hati mulai terbuka...
Saat hati mampu mengerti dan ingin dimengerti...
Berbicara tentang rasa, cinta, dan harapan..
Menangis karena beban, iba dan kegagalan..
Terbuka dengan keadaan, masa dan kondisi
Mengerti akan makna hidup, perjuangan dan mimpi..
Thursday, December 25, 2014
Rona Pelangi
-Rona Pelangi-
Kau kreasi yang mempesona..
Langitlah kanvasnya..
Melengkung dengan garis yang tegas..
Setiap pasang bola mata menatap..
Mulut mengagungkan AsmaNya..
Sungguh kau begitu lukisan yang sempurna..
Perpaduan warna yang menarik..
Membuat hati semakin tertarik..
Menunggu hujan hingga terik..
Mengharapkan indahnya rona pelangi..
Hingga pudar menghampiri..
Ku tetap berdiri menanti..
Seberapa lama waktu untukku..
Tak ku sia-siakan kala itu..
Bersyukur atas semua KaruniaMu..
Sebuah pemandangan yang membuatku bahagia nan haru..
Sampai ku berfikir semua itu palsu..
Tentang Rasa
-Tentang Rasa-
Bangku depan menjadi favoritku..
Bukan karena biar jadi juara..
Tapi karena ada pandangan yang mengusikku..
Sekitar pukul tujuh kaki itu melangkah..
Dengan tergesa langkahnya ke kelas yang dituju..
Lambat laun pandangan itu semakin dekat..
Hingga tepat dihadapanku..
Tersipu malu aku dibuatnya..
Bukan karena pandangan itu tapi cara dia memandangku..
Hingga rasa ini ada..
Aku sangat mengingat saat-saat itu..
Bertahun-tahun kita dalam satu rasa..
Dengan harapan untuk slalu bersatu..
Mungkin sudah hambar jika itu makanan..
Lapuk jika itu kayu..
Namun...sekali lagi ini sebuah Rasa..
Bukanlah umur..
Kini...rasa itu masih ada..
Sama seperti saat itu..
Saat pertama kulihat sorot mata..
Yang menjadi awal luluhnya hatiku..
Dear,,
#Ikhsan Probo Herlambang#
Wednesday, December 24, 2014
IBU
-Ibu-
Putih suci jiwamu..
Cucuran peluhmu bernilai ibadah..
Muara kasihmu..
Bau harum surga..
Ibu...
Ijinkan aku membalas semua cintamu..
Mungkin tak senilai apa yang kau berikan..
Ibu..
Maafkan khilafku..
Jika selama jadi putrimu tak mendengar nasihatmu..
Ibu..
Jika kelak aku jadi ibu untuk anak-anaku..
Aku akan terapkan caramu mengasuhku hingga ia jadi penerusmu..
Monday, December 22, 2014
-Cinta jarak-
Ku ketik sayang..kamu tersipu..
Ku bisik kangen..kamu tersenyum..
Kita menatap satu langit yang sama..
Ku nanti bunyi itu..dan ku harap pesan dari kamu..
Kebersamaan tidak mesti saling bergandengan..
Saling bersembunyi dalam kesedihan..
Bias cinta semakin berbinar..
Biarpun ribuan kilo kita saling terpisah..
Tapi jarak tidak membuat kita menyerah..
Karena cinta itu kuat jika kita tidak menyesal karena keadaan..
Ku ketik sayang..kamu tersipu..
Ku bisik kangen..kamu tersenyum..
Kita menatap satu langit yang sama..
Ku nanti bunyi itu..dan ku harap pesan dari kamu..
Kebersamaan tidak mesti saling bergandengan..
Saling bersembunyi dalam kesedihan..
Bias cinta semakin berbinar..
Biarpun ribuan kilo kita saling terpisah..
Tapi jarak tidak membuat kita menyerah..
Karena cinta itu kuat jika kita tidak menyesal karena keadaan..
Saturday, December 20, 2014
-Mungkin-
Biar bunga itu layu..
Karena ia sudah pantas untuk layu..
Bukan karena ia sudah tidak layak untuk mekar..
Tapi kian lama ia merasa tak bernyawa..
Mungkin karena tiada percikan air menyiramnya..
Biarkan ia layu karena mungkin terlalu lelah penantianny..
Jika itu membuatnya tenang dengan kondisinya..
Jangan paksa untuk kembali mekar..
Jangan kau tuang air berlebihan..
Karena itu membuatnya semakin merasa berat..
Biar bunga itu layu..
Karena ia sudah pantas untuk layu..
Bukan karena ia sudah tidak layak untuk mekar..
Tapi kian lama ia merasa tak bernyawa..
Mungkin karena tiada percikan air menyiramnya..
Biarkan ia layu karena mungkin terlalu lelah penantianny..
Jika itu membuatnya tenang dengan kondisinya..
Jangan paksa untuk kembali mekar..
Jangan kau tuang air berlebihan..
Karena itu membuatnya semakin merasa berat..
-Pusara Labuh Raya-
tak kuasa hujan membasahi kalbu..
Sang pawang tak sanggup mencegah..
Rintik..rintik...dan kini semakin deras..
Saat semua tertunduk..
Pilu..haru..merunduk tak berdaya..
ini sudah kepastian..
Bukan lagi sekejap dan kembali lagi..
Dulu kau bisa menatap langit saat berjalan di bumi..
Bisa kau injak tanah dengan tangan di pinggang..
Tapi ini saatnya kau peluk tanah..
Merasakan apa yang dulu ia rasakan..
Sendiri saat kau buat mereka merasa sendiri..
Bergeliat sembari memintaNya..
Memohon merintih penuh penyesalan..
Tiada makna ucapan yang lembut nan santun..
Kau terlambat..
Dalam pusara kau sendiri..
Menanggung dan menjawab..
Berlabuh dalam keabadian raya..
tak kuasa hujan membasahi kalbu..
Sang pawang tak sanggup mencegah..
Rintik..rintik...dan kini semakin deras..
Saat semua tertunduk..
Pilu..haru..merunduk tak berdaya..
ini sudah kepastian..
Bukan lagi sekejap dan kembali lagi..
Dulu kau bisa menatap langit saat berjalan di bumi..
Bisa kau injak tanah dengan tangan di pinggang..
Tapi ini saatnya kau peluk tanah..
Merasakan apa yang dulu ia rasakan..
Sendiri saat kau buat mereka merasa sendiri..
Bergeliat sembari memintaNya..
Memohon merintih penuh penyesalan..
Tiada makna ucapan yang lembut nan santun..
Kau terlambat..
Dalam pusara kau sendiri..
Menanggung dan menjawab..
Berlabuh dalam keabadian raya..
Friday, December 19, 2014
-Benarkah sabar ada batasnya?-
Tak kuasa aku memendam..
Peredam dalam dada kian rapuh..
Penantian dalam penantian..
Ntah ini hukuman apa cobaan..
Tuhan mengujimu karena alasan..
Tapi seakan tak kuasa ku menunggu..
Sepahit apapun itu..
Yang membuatku berdiri tegap saat ini..
Karena sebuah keyakinan..
Tuhan menaikkanku dari derajatku sebelumnya..
Tak kuasa aku memendam..
Peredam dalam dada kian rapuh..
Penantian dalam penantian..
Ntah ini hukuman apa cobaan..
Tuhan mengujimu karena alasan..
Tapi seakan tak kuasa ku menunggu..
Sepahit apapun itu..
Yang membuatku berdiri tegap saat ini..
Karena sebuah keyakinan..
Tuhan menaikkanku dari derajatku sebelumnya..
Thursday, December 18, 2014
-Dreamer-
You like a wolf in the fullmoon..
Crying out of your soul..
Someday when i know you feel alone..
I promise i won't let your memory empty..
I always take your name in mypray..
Hung my dream in your dream..
Let it flow untill the last place..
And grow up together..
I want it's really real dream that come true be reality..
You like a wolf in the fullmoon..
Crying out of your soul..
Someday when i know you feel alone..
I promise i won't let your memory empty..
I always take your name in mypray..
Hung my dream in your dream..
Let it flow untill the last place..
And grow up together..
I want it's really real dream that come true be reality..
-Otak dan Hati-
Kau pengatur setiap langkah..
Memimpin tangan dan kaki..
Biarpun kemana kaki menapak..
Kepada siapapun tangan memberi..
Tiada arti tanpa hati menyerta..
Bagai nada tanpa intonasi..
Ia teman sejati pemimpin akal..
Berontak jika harus terjadi..
Abaikan segala bentuk kecurangan..
Ia harus lebih kuat dari ego pemimpin..
Agar setiap langkah yang dituju sesuai dengan nurani..
Kau pengatur setiap langkah..
Memimpin tangan dan kaki..
Biarpun kemana kaki menapak..
Kepada siapapun tangan memberi..
Tiada arti tanpa hati menyerta..
Bagai nada tanpa intonasi..
Ia teman sejati pemimpin akal..
Berontak jika harus terjadi..
Abaikan segala bentuk kecurangan..
Ia harus lebih kuat dari ego pemimpin..
Agar setiap langkah yang dituju sesuai dengan nurani..
Wednesday, December 17, 2014
- Si tengil merindukan bulan-
Mulut mungil nan cadil
Mengecap kesemua rekan..
Berlari kesana kemari..
Seakan mimpinya kian nyata..
Siang malam selalu terbayang akan mimpi..
Semangat yang menggebu kian membakar angan..
Tak peduli ocehan tetengil lain..
Ditanamkanya keyakinan..
Dan tak ada yang tak mungkin..
Hanya DIA-lah yang ia yakinin..
Mampu mengabulkan mimpi konyolnya...
Mulut mungil nan cadil
Mengecap kesemua rekan..
Berlari kesana kemari..
Seakan mimpinya kian nyata..
Siang malam selalu terbayang akan mimpi..
Semangat yang menggebu kian membakar angan..
Tak peduli ocehan tetengil lain..
Ditanamkanya keyakinan..
Dan tak ada yang tak mungkin..
Hanya DIA-lah yang ia yakinin..
Mampu mengabulkan mimpi konyolnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)



