-Proposal Hidup-
Sungguh ku merasa hina..
jika ku biarkan 24 jam berlalu..
jika nafas terengah tiada hasil..
jika mentari berganti rembulan..
jika hujan berganti kemarau..
Akankah semua bermakna di hadapMu?
Tentu tidak...
Kini ku yakinkan diri..
tiada detik yang sia2..
Tiada nafas tak berproses..
tiada jejak hingga tenggelam mentari..
Tiada amal hingga musim berganti..
Sungguh tak kan kubiarkan hidupku sia-sia di hadapMu..
Dan proposal hidup yang kuajukan ini..
ku mohonkan untuk Kau Ridhoi..
Tuesday, October 28, 2014
-Baru-
Berlalunya hari yang telah kita arungi
Penuh perjuangan dan pengorbanan
Demi sebuah kebersamaan dalam kehangatan
Kebinekaan yang kita junjung
Selalu terngiang dlm kalbu
Setiap deru air mata..
Semua hal demi indahnya persatuan
Darah yang mengalir dalam jiwa raga ini
Teruntukmu indonesiaku..
Dengan hal baru ini jadikan kami kian mencintaimu dengan sepenuh hati..
20/10/2014
Berlalunya hari yang telah kita arungi
Penuh perjuangan dan pengorbanan
Demi sebuah kebersamaan dalam kehangatan
Kebinekaan yang kita junjung
Selalu terngiang dlm kalbu
Setiap deru air mata..
Semua hal demi indahnya persatuan
Darah yang mengalir dalam jiwa raga ini
Teruntukmu indonesiaku..
Dengan hal baru ini jadikan kami kian mencintaimu dengan sepenuh hati..
20/10/2014
-di kala-
Jika waktu terhenti..
Dua sinar yang akan ku pandangi..
Membiarkan cahaya itu terbenar di ingatanku..
Tersimpan dan tak akan terhapus oleh waktu..
Di kala senja menanti mentari esok hari..
Suryanya selalu terganti purnama dalam kelam..
Sepanjang hari mreka silih berganti..
Tak mengurangi indahnya lelah penantian..
Jika waktu terhenti..
Dua sinar yang akan ku pandangi..
Membiarkan cahaya itu terbenar di ingatanku..
Tersimpan dan tak akan terhapus oleh waktu..
Di kala senja menanti mentari esok hari..
Suryanya selalu terganti purnama dalam kelam..
Sepanjang hari mreka silih berganti..
Tak mengurangi indahnya lelah penantian..
-Bukan siapa2-
Aku hnyalah ulat kecil..
Tak mampu memnjat tingginy pohon kelapa..
Tak mampu berloncat dari pohon satu ke pohon lain..
Tak sanggup berteriak saat ku lelah..
Hnya menggeliat dengan kaki mungilku..
Yang takut akan burung yg tega makan makhluk sekecil q..
Jika kakiku tak kuat q siap terhempas hingga tubuhku remuk..
Bnyak org yg membuangku krn jijik melihat buluku..
Tak peduli terikny mentari dan dingginy hujan..
Demi satu tujuan hidupq..
bermetamorfosa menjadi apa yang KAU inginkan..
Dan jika takdir belum berpihak..
Q hny kepompong kering yg tak berdaya..
Aku mnjadi bukan siapa2...
Tpi Tuhan tak pernah tidur..
Ia tau siapa yg kuat dan pantas untuk terbang bebas melihat indahny dunia...
Aku hnyalah ulat kecil..
Tak mampu memnjat tingginy pohon kelapa..
Tak mampu berloncat dari pohon satu ke pohon lain..
Tak sanggup berteriak saat ku lelah..
Hnya menggeliat dengan kaki mungilku..
Yang takut akan burung yg tega makan makhluk sekecil q..
Jika kakiku tak kuat q siap terhempas hingga tubuhku remuk..
Bnyak org yg membuangku krn jijik melihat buluku..
Tak peduli terikny mentari dan dingginy hujan..
Demi satu tujuan hidupq..
bermetamorfosa menjadi apa yang KAU inginkan..
Dan jika takdir belum berpihak..
Q hny kepompong kering yg tak berdaya..
Aku mnjadi bukan siapa2...
Tpi Tuhan tak pernah tidur..
Ia tau siapa yg kuat dan pantas untuk terbang bebas melihat indahny dunia...
Subscribe to:
Posts (Atom)