-Pusara Labuh Raya-
tak kuasa hujan membasahi kalbu..
Sang pawang tak sanggup mencegah..
Rintik..rintik...dan kini semakin deras..
Saat semua tertunduk..
Pilu..haru..merunduk tak berdaya..
ini sudah kepastian..
Bukan lagi sekejap dan kembali lagi..
Dulu kau bisa menatap langit saat berjalan di bumi..
Bisa kau injak tanah dengan tangan di pinggang..
Tapi ini saatnya kau peluk tanah..
Merasakan apa yang dulu ia rasakan..
Sendiri saat kau buat mereka merasa sendiri..
Bergeliat sembari memintaNya..
Memohon merintih penuh penyesalan..
Tiada makna ucapan yang lembut nan santun..
Kau terlambat..
Dalam pusara kau sendiri..
Menanggung dan menjawab..
Berlabuh dalam keabadian raya..
No comments:
Post a Comment